Beli Ayam Goreng + Nasi Uduk
Monday, October 6th, 2008Yah…yah..yah, aku nyadar kok klo kegiatanku belakangan ini sangat - sangat terganggu dan amburadul bgt, dan itu yang ngebuat diriku NYARIS gila, sinting, gendeng dan terkadang sambil jalan juga aku ketawa - ketawa sendiri, apalagi sewaktu ngeliat kembaranku - TIANG LISTRIK ![]()
Dan kekurangwarasanku terlihat MIRIS bgt sewaktu aku mw makan malam kemarin malam. Rencananya sih mw makan sate madura PAK BUDI, namun rencanaku tergantikan karena malas berjalan kaki 1 kilometer, dan akhirnya aku memutuskan makan ayam goreng + nasi uduk (lupa siapa penjualnya) didaerah pasar malabar raya tangerang.
Dengan berpenampilan SIAPA LOE SIAPA GW, bercelanakan celana dalaman BOXER putih dan kaos oblong serta sendal jepit hitam, aku berjalan kaki sekitar 500 meter ke pasar malabar menuju warung nasi sambil NGUPIL. Emang aku akui masakannya AJIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIP bgt (niru fauzi baadilah) sehingga wajar klo yang mesan itu banyak bgt dan antrianpun tak terelakkan. Sesampai aku diwarung nasi itu, dialog singkatpun tercipta :
Okta Sihotang (OS) : Bu, ayam goreng plus nasi uduk satu, dibungkus….GPL ya bu !! (sembari duduk dikursi, soalnya dah capek berjalan)
Ibu Penjual (IP) : Iya, GPL itu apa rek ?? (dengan logat jawanya)
OS : G Pake Lama Ibuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu (dasar neh ibu g gaol)..hu..hu..hu ![]()
IP : OOooooo, sabar ya rek !!
Karena ayam gorengnya harus digoreng dulu (ya iyalah okta, masa ayam goreng direbus ??), akhirnya aku harus menunggu (masuk dalam daftar antrian). Asli…. lama bgt antrinya, soalnya banyak yang mesan, ada yang mesan ikan lele goreng, ayam goreng, ayam bakar, soto, untung - untung nggak ada yang mesan SATE UPIL, kan bisa lama bgt nanti cara ngolahnya..hu..hu..hu ![]()
Selang 15 menitan gitu aku nunggu, dan pesananku selesai juga. Dari kejauhan aku lihat si IP (Ibu Penjual) udah membungkus nasi uduk, sambel, sayur, namun emang aku sadari AYAM GORENGNYA kok nggak dibungkus - bungkussssssssssss gitu, namun karena aku percaya ama si IP dan udah ahlinya dalam bungkus membungkus UPIL, aku nggak ambil pusing dan terima plastik bungkusan dan membayar dengan 10 rb rupiah (mahal bgt yaks ??).
Yah…lagi - lagi tingkat ketidakwarasanku mengalami kenaikan yang sangat drastis sehingga nggak peduli dengan isi plastik yang diberikan itu, sekiranya isi plastik itu adalah OROK BAYI atau TA*K KAMBING, aku pasti nggak tw sebelum sampai dirumah. Yups….dan ternyata KEJADIAN juga. Sesampai aku dirumah, tanpa sadar aku menuju kamar mandi, cuci kaki, cuci tangan, cuci IDUNG (maklum anak mama - semuanya harus dibersihin), aku ambil bungkusan plastik itu, membukanya…. awalnya aku ambil bungkusan nasi UDUK dan membukanya, kemudian aku BERDOA SEBELUM MAKAN (maklum anak TUHAN
), aku minum air putih dingin, lalu aku buka plastiknya lagi (rencana mw ambil ayam goreng)….egh, ternyata AYAM GORENGNYA NGGAK ADA alias KETINGGALAN DIWARUNG itu… GUBRAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK ![]()
Tanpa pikir panjang, aku cabut ke warung nasi itu sambil lari - lari. Sesampai diwarung nasi, aku bilang ama IP (Ibu Penjual) :
Ibu…mana ayam gorengnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,
dan si IP berkata sambil senyum mw kena TABOK :
iya..sori rek, aku lupa masukin ayam gorengnya diplastik itu (mendok bgt bahasa jawanya).
Dalam hatiku berkata (tak kasih UPIL baru nyahok loe, gw dah capek - capek jalan kaki mondar mandir 500m)… SAMBEEEEEEEEEEEEEL ![]()
Yah….begitulah, emang sih keteledoranku juga (gw nyadar sih), seandainya sebelum cabut dari warung nasi itu aku cek isi plastiknya, pasti nggak kejadian kayak gini capeknya. ![]()
Ya namanya juga udah NGGAK WARAS lagi, nggak ada kepikiran ke isi plastik, udah mati rasa aku tadi malam, semisal ada cewek cantik juga aku nggak NGEH, tapi klo ada cewek NGUPIL.. aku pasti NGEH ![]()
**********************************
Capek baca postingaku ttg KEBODOHANku itu ??, rasain, siapa juga yang nyuruh baca ![]()




