Say WAR to PENGAMEN yang kurang AJAR
Posted by oktasihotang on Monday 7 Sep 2009Well, nyaris lupa klo aku ternyata si pemilik okta sihotang weblog ini, pasalnya gak pernah diview, dilihat komentar yang masuk apalagi dibalas setiap komentar yang masuk, gak seperti jaman doeloe, abis pos blog, langsung blogwalking, ada komentar langsung dibalas, sekarang beda. Waktu adalah duit jadi lupa dan gak sempat untuk ngeblog layaknya blogger sejati ![]()
-00-
Sewaktu kita duduk dibangku sekolah, pernah gak kepikiran untuk masa depan usai sekolah bakal kerja, bakal kerja ini, itu, pengen kerjaan yang gini, gitu, dsb ??, aku yakin pasti kau semua berpikiran yang sama denganku. Tempo doeloe, sewaktu aku duduk dibangku sekolah, aku banyak cita - cita jika suatu saat aku lulus sekolah, lulus kuliah, aku bakal cari pekerjaan direktur sebuah perusahaan, emang sih aku sadar betul kalau cita - cita waktu sekolahku doeloe adalah cita - cita TUKANG CENDOL keliling komplek, heheee. Tapi jangan salah juga, kata orang, semuanya berawal dari cita - cita/angan - angan. Coba lihat para personel KANGEN BAND, doeloe para pesonelnya adalah orang - orang bawah yang semuanya mempunyai angan - angan, dan lihat sekarang, mereka telah meraih angan - angan mereka itu dan menjadi salah satu band “besar” di Indonesia.
Kalau menurutku pribadi, bisa sih kita mempunyai satu atau lebih angan - angan/ cita - cita mau jadi apa kita kedepannya, cuma saranku, pikirkanlah angan - angan kita yang ingin kita capai dengan memikirkan seberapa besar pikiran, tenaga dan kemampuan yang kita miliki ditambah dengan doa serta NASIB, kenapa ikut NASIB ta ?? ![]()
Hmnn… sejauh aku melangkah dan sejauh aku memandang, teman - teman bahkan orang lain yang aku lihat kebanyakan, pekerjaan yg dimiliki sedikit banyak ada hubungannya ama NASIB, ada yang skill nya bagus, tapi pekerjaanya kurang mendukung, ada yang kuliahnya S1, tapi gaji kalah banyak dengan pekerja D3. Makanya terkadang aku heran dengan jaman ini, apa yang udah kita daki (sekolah baik - baik ampe sarjana), tapi hasilnya malah dapat pekerjaan yang gak bagus, dan sebaliknya, ada yang hanya lulus SMA/ SMK saja, pekerjaannya bagus bahkan masalah gaji jauh lebih gede dari para lulusan sarjana.
Nah, bagaimana jika angan - angan yang kita pikirkan waktu doeloe tidak kesampaian bahkan jauh melenceng dari yang indah - indah, kita ibaratkan mentoknya jadi SEORANG PENGAMEN.
-00-
Sekarang aku cuman pengen luruskan judul postinganku diatas, kenapa aku tulis judul “Say WAR to PENGAMEN yang kurang AJAR” ?, karna sering aku melihat para pengamen dibus - bus, dan dipinggir jalan, kita gak ada NYURUH dia NGAMEN didepan kita, malah mereka (pengamen,red) yang memaksa kita untuk bayar. Kejadian ini sering terjadi ketika aku bepergian ke luar kota, jika berada dalam bus, sebelum bus lewat tol, selalu aja ada pengamen. Nah, pengamen tidak ada aku suruh nyanyi didalam bus yang aku tompangi bahkan tidak pernah aku suruh menyanyi didepanku sekalipun. Oke, aku tau pengamen adalah pekerja juga, pekerjaannya adalah MENGAMEN (anak kecil juga tau kaleee Ta ??), yang jadi masalah adalah. Ketika pengamen selesai nyanyi, mereka (pengamen,red) pasti datang ketiap - tiap bangku dan menengadahkan kresek - kresek (dalam bahasa inggris kantong pelastik) sebagai wadah tempat uang. Kalau kita gak ngasi, itu hak kita dong ??, ya gak ??, dan kalau kita ada kasih 500 perak juga hak kita dong, gak ada yg larang. Eh..parahnya pengamen (kebanyakan pengamen aku liat) kalau kita gak kasih, PASTI NGOCEH GAK JELAS sambil berlalu kebelakang. Itu adalah cerminan PENGAMEN yang KURANG AJAR. Seharusnya pengamen bersyukur bisa dikasih jatah lokasi dimana dia mengamen, gak ada larangan dia mengamen, kecuali ditempat - tempat yang krusial, kayak rumah sakit, perkantoran. Seharusnya pengamen bersyukur bisa nyanyi dijalanan dapat duit tanpa DIPOTONG PAJAK PENGHASILAN, yang nominal tiap - tiap orang kasih berbeda - beda, ada yang 500, 1000, dan 5000an. Dan jika diperhitungkan, pendapatannya asli lari ke kas masing - masing tanpa ada PAJAK.
Terkadang sebal juga liat PENGAMEN KURANG AJAR, gak tau sopan santun, lebih parahnya bawa - bawa sebuah komunitas seni anak jalananlah, padahal sebenarnya dia gak tau apa yg dia sebutkan itu. Kacau kan ?? Jadi buat para pengamen yang membaca tulisanku ini, harap dicamkan baik - baik, jangan pernah memaksa orang untuk seberapa banyak orang itu bakal kasih duit ke kau usai ngamen, terimalah lapang dada dan syukurilah apa yang orang kasih buat kau seusai orang itu mendengarkan suaramu saat ngamen. Dan jangan pernah mengeluh jika ada yang tidak kasih kau duit usai kau ngamen. Kalau mau dapat duit banyak usai kau nyanyi, ya raihlah angan - anganmu seperti “tulisanku diatas” biar jika usai kau nyanyi kau dibayar tinggi.
-00-
Oke, cukup dengan cengkunekku diatas, terserah kau bgimana cara memandang tulisanku itu, aku yakin kau punya pemikiran yang berbeda denganku. Silahkan share disini..
SALAM DAMAI ![]()








