Pekerja IT adalah seorang budak bagi perusahaan saat ini
Posted by oktasihotang on Thursday 11 Jun 2009I`m back….i`m back, calm down guys !!
Well, sorry lama update dikarenakan kesibukan yang sangat - sangat menyesakkan kondisiku saat ini didunia nyata, sehingga dunia maya pun kurang terurus. Termasuk mengenai masalah Ibu Prita kemarin. Dengar berita perkembangan terakhir, ibu prita bebas dan kasus berbalik ke pihak rumah sakit omni internasional tangerang bahwa RS tersebut terancam tutup dikarenakan banyak pasien yang mengalami kekecewaan dalam melakukan perawatan kesehatan disana. CMIIW ![]()
Dan oh ya, iseng - iseng cari kabar terakhir dari ibu prita di detik.com, dengan keyword prita, ternyata website detik.com masih ada bug/error, hasil pencarian yg didapat malah looping data. See skrinsut dibawah ini :


*image diatas dicapture by oktasihotang.com tertanggal 11 juni 2009 00:42
-00-
Oke, kali ini aku ingin menyuarakan sebuah realita para pekerja IT di Indonesia khususnya dan dunia umumnya. Dewasa ini perkembangan IT sangat pesat sekali, gak usah jauh - jauh, facebook saat ini sudah mencapai 200jt member kurang lebih, semakin banyaknya masyarakat yg sudah mempunya website pribadi, instansi - instansi, perkantoran dan sampai ke tingakt pertokoan sudah sangat - sangat membutuhkan jasa IT dalam mempercepat proses bisnis masing - masing. Sehingga bisa dikatakan IT saat ini menjadi lahan bisnis sekaligus perputaran keuangan terbesar utk abad sekarang ini.

*sedari kecil sudah diperkenalkan dengan dunia IT
Terlepas dari itu semua, masyarakat mulai terpacu untuk menguasai bidang IT baik dari segi developer/programmer dan juga flow bisnis yg sedang berkembang saat ini. Parahnya perusahaan - perusahaan (except instansi pemerintahan) yg core base nya berfokus ke bisnis, sedang gencar - gencarnya mencari tips dan trik bagaimana menaikkan pemasukan dari lahan IT. Sehingga berujung kepada keperluan tenaga IT yang notabene menjadi penggerak pembuat dan pengembang aplikasi ber-core-kan kepada aplikasi (dampak dari kemajuan IT). Seperti yg aku ketahui, perusahaan memikirkan bagaimana mendapatkan keuntungan besar tapi mengeluarkan dana yg minim, termasuk biaya operasional, gaji pegawai dan pengeluaran lainnya.
-00-
Fokus dengan judul kali ini, seorang pekerja IT menjadi budak bagi perusahaan tersebut. Pihak perusahaan menginginkan seorang pekerja IT yg profesional, pekerja keras, memiliki daya programming yg tinggi dan mengerti benar tentang flow bisnis yg ada. Sehingga bisa dikatakan pekerja IT menjadi sapi perah para perusahaan saat ini. Diindonesia sendiri, pekerja IT kurang mendapatkan tempat yg layak, penghidupan yg layak bila dibandingkan dengan kinerja yg ada, pesangon pekerja IT sangat kecil bila dibandingkan dengan negara lain. Setau saya masih berada dalam rata - rata 3jt-an, kalaupun ada yg lebih dari situ mungkin karena merupakan pegawai baik - baik, punya sertifikasi programming tertentu. Sehingga jangan heran bila seorang pekerja IT menjadi kutu lompat, sering berpindah - pindah pekerjaan dari 1 kantor ke kantor lainnya, karena apa ?, itu dikarenakan ingin mencapai/ mendapatkan pesangon yg layak. Untung - untung jika perusahaan yg dimasukinya memberi pesangon lebih besar dari perusahaan sebelumnya.

*pekerja IT menjadi sapi perah
-00-
Miris sekali memang keadaan ini, tapi bgimana lagi mau dibilang ??, inilah kenyataan yg ada. Parahnya lagi perusahaan yg sedang dimajukan oleh para pekerja IT indonesia adalah perusahaan - perusahaan asing. Sedikit sekali pekerja IT bekerja di instansi pemerintahan. Sehingga negara kita ini sulit untuk berkembang. Seandainya saja pekerja IT diperhatikan kesejahteraannya, mungkin tidak bakal terjadi seperti kutu lompat yg saya maksud diatas dan tidak bakal menjadi seperti ini :

*miris sekali memang
Ada solusi atau pendapat mengenai pendapat saya diatas ??







