Undang – undang harus di revisi…

Kata orang sih dibulan februari ini adalah bulan yang akan penuh dengan kasih sayang, cinta, sayang-sayangan dan segala macam jenisnya, hmnnn..menurut aku pribadi sih tetap saja back to UPIL, heheeee..

-00-

Hidup di kota besar itu ternyata banyak tidak enaknya, mungkin banyak orang berpikiran bahwa hidup dikota besar itu enak, bisa ini, bisa itu, banyak peluang (peluang ngecopet, peluang lirik anak orang, peluang cari musuh, dsb). Tapi menurut akal sehatku, orang yang berpikiran seperti yang aku maksud tadi, pasti pas dia baru lahir dari kandungan ibunya, dia sudah memiliki dan menikmati fasilitas yang dimiliki orang tuanya, berada dalam keluarga berkecukupan dan pasti dia belum pernah merasakan bagaimana susahnya mencari UPIL.

Yes, aku mau bincang-bincang pengalaman hidup dikota besar, dan aku bukan mau bicara gak jelas ngalur ngidul, tapi ingin berbincang masalah yang spesifik tertentu saja, yaitu : KEMACETAN DI KOTA BESAR

kondisi macet dikota besar #1

kondisi macet dikota besar #1

kondisi macet dikota besar #2

kondisi macet dikota besar #2

-00-

Sudah lihat 2 gambar diatas itu tidak ??, perhatikan baik-baik, gambar diatas adalah gambar suasana pasar tradisional, pedesaan macet di perkotaan. Tidak sedikit orang mengeluh mengenai macet ini, dan tidak banyak juga orang yang menyenangi macet ini.

Nah, solusi untuk mengatasi masalah macet ini bagaimana okta ?? hmmnnn, sepertinya Undang-undang harus direvisi :-?

Ada beberapa point mengenai hal ini :

  1. Tambahkan pasal mengenai maksimal rumah tangga memiliki kendaraan roda empat 2 buah, maksimal kendaraan roda dua 2 buah
  2. Kenapa aku buat masalah ini di point pertama ?, ya..karna sejauh mataku memandang jika bepergian ke lokasi perumahan dikota besar, banyak sekali rumah tangga yang memiliki kendaraan roda empat lebih dari 2 buah, belum lagi kendaraan roda duanya, sampai-sampai garasi rumah sampai halaman rumahnya tidak muat menampung semua kendaraan yang dimilikinya, so..bisa dibayangi jika nyaris 20% saja dari keseluruhan rumah tangga yang ada di kota besar seperti itu, kemacetan pasti tidak terelak lagi.

  3. Tambahkan pasal mengenai berlakukan bike to work
  4. Hmnn… program ini aku sangat setuju sekali dan sangat welcome bahkan akan menerapkannya jika para biker di kota besar dikasih sarana untuk bersepeda di jalan, ada parkiran sepeda di kantor-kantor dan jika pemerintah benar-benar support program ini sehingga mau nya biker-biker merasa nyaman bersepeda di jalan raya.

  5. Tambahkan pasal mengenai maksimal memiliki keturunan per rumah tangga (tegaskan masalah KB)
  6. Untuk point ini, jika ada undang – undang di Indonesia bahwa tiap-tiap keluarga harus punya anak maksimal misalkan 3 orang, pasti tidak akan terjadi masalah sosial seperti kemiskinan, kelaparan, maraknya anak jalanan dan kehidupan sosial lainnya. Jadi sepasang suami istri tidak dengan seenak UPIL nya melakukan reproduksi (‘cetak-mencetak’), apalagi jika ekonominya minim anaknya sampai kesebelasan gitu, gilaaaaaaaaaaaaaak.

  7. hmnnn… pasal lainnya yang harus di tambahkan dalam undang-undang akan menyusul sesuai dengan pengamatan dilapangan nanti…(atau ada yang mau nambahkan ?, silahkan)

Well, seandainya semua masyarakat baik dikota besar maupun dipedesaan sadar betul akan dampak yang akan terjadi jika seandainya melakukan ini, itu, memiliki banyak kendaraan, memiliki banyak anak, dsb. Pasti masalah sosial yang aku sebutin diatas minim terjadi. Mari kita ciptakan lingkungan damai, bersih dan sehat, saling menghormati sesama, saling menjaga perasaan orang sekitar (jangan memamerkan apa yang dimilikinya secara lebay), pasti kehidupan sosial kita akan tercipta dengan baik. -nhf-


Tanggapan tentang “Undang – undang harus di revisi…”

  1. nich 3 February 2010 at 3:51 pm Permalink

    gini ya, Ta.. menurut bijak ku sih, ketika kendaraan bermotor diterima di masyarakat kita, itu sudah jadi awal petaka :) )

    Dulu orang kita gak masalah kalau harus jalan kaki, berapa jauh pun itu, palingan jam start yang dicepetin. Lalu masuklah kendaraan bermotor, yang dulu terhitung barang mewah. Memang hanya segelintir yang dulu bisa menikmatinya. Tapi seiring waktu, produsen pun berlomba membuat kendaraan dengan harga yang terjangkau. Alhasil semua orang bisa beli sepeda motor, bahkan mobil.

    Nah, kalau sudah seperti sekarang, aku juga ogah disuruh jalan kaki. Udah iklim kita tropis, eh harus menyelam diantara emisi kendaraan bermotor lagi.. gak nyaman kan? gak enak kan? jadi keringatan kalau mau ngapel kan?? ya udah, sama sama kentut asap aja lah kita semua!

    Jadi supaya jangan macet, tingkatkan harga kendaraan bermotor ratusan kali lipat jika perlu =)) Batasi umur kendaraan yang boleh masuk ke kawasan kota (misalnya) Terapkan ambang batas emisi kendaraan bermotor. Dueeh, dah pintar-pintar orang na jolo bikin ketetapan, tapi entah kenapa gak dilaksanakan sekarang.

    Oh aku setuju kalau harus ada juga sarana transportasi publik yang efektif dan efisien, plus ramah lingkungan.

  2. okta sihotang 3 February 2010 at 4:05 pm Permalink

    @NICH :

    hmnnnn…benar juga sih katamu pra, cuman kalau menaikkan harga kendaraan, produsen pasti akan mengalami depisit pendapatan, karna masyarakat berkurang beli kendaraan, dampaknya melebar lagi, pajak pemerintah juga akan berkurang, ini adalah market link yang susah diputus..

    namun setidaknya menurutku utk mengurangi kemacetan ini, ya itu tadi, setiap KK dibatasi kepemilikan kendaraan, gilaknya ada KK yg keluarganya ada 8, 8-8nya bermobil di 1 rumah, gilak gak coba ?? :-?

    Ini harus menjadi bahan pertimbangan pemerintah seriously, karna masalah ini berakibat panjang dengan masalah sosial lain, kesenjangan sosial, kemelaratan, dsb

  3. zee 3 February 2010 at 6:31 pm Permalink

    Kalau aku melihatnya, Okta.
    Memang begitu fenomena negara berkembang yang baru mau maju, masih banyak yg harus dibenahi. Jadi memang ga gampanglah.

  4. Arief Rizky Ramadhan 3 February 2010 at 10:14 pm Permalink

    wah wah kalo masalah pasal-pasal sih lama bikinnya bos… tingal tunggu jadinya saja wkwkwkwk…pasti ada sogok-sogokan deh dalam pembuatannya..

  5. Anas 4 February 2010 at 9:28 am Permalink

    Susah mas menata kota yang semrawut kayak jakarta, tapi mudah-mudahan usulan ini didengar pemda setempat..

  6. sawali tuhusetya 4 February 2010 at 10:04 am Permalink

    setuju, mas okta, tapi mesti konsisten dengan peraturan yang telah ditetapkan. jangan2 nanti bernasib sama seperti uu yang lain. hanya berupa ayat2 di uu, tanpa implemntasi.

  7. elizer 4 February 2010 at 10:41 am Permalink

    susah ngatur masyarakat sekarang le..
    halak hita do na mangatur nagaraon.. wkekekke

  8. wi3nd 4 February 2010 at 11:42 am Permalink

    makin semrawut jeh skr9 ..

    terlebih motor y9 makin marak bersliweran,..

    eman9 n9aruh ta d9 undan92 itu?

    *mule pesimis*

  9. andry sianipar 4 February 2010 at 2:38 pm Permalink

    Salam super-
    Salam hangat dari pulau Bali-
    menarik sekali artikel anda..
    langsung saya bookmark…
    sukses untuk Anda…

  10. Astaga.com LifeStyle On The Net 4 February 2010 at 2:51 pm Permalink

    monorail salah satu gagasan yang patut di lanjutnya, seperti jepang. dengan transportasi yg memadai dan tepat waktu, bisa menarik masyarakat untuk beralih ke transportasi umum

  11. Astaga.com LifeStyle On The Net 4 February 2010 at 2:52 pm Permalink

    monorail salah satu gagasan yang patut di lanjutkan, seperti jepang. dengan transportasi yg memadai dan tepat waktu, bisa menarik masyarakat untuk beralih ke transportasi umum

  12. lidon 4 February 2010 at 4:21 pm Permalink

    aku pun setuju juga ma zae

    Memang begitu fenomena negara berkembang yang baru mau maju, masih banyak yg harus dibenahi. Jadi memang ga gampanglah.kalau pun bisa sangat menguras tenaga ,,:)

  13. tomi 4 February 2010 at 4:39 pm Permalink

    betull broo.. stuju aku yg bike to work.. biar g macet dan g banyak asap dan bs mengurangi pemanasan global

    salam

  14. ridu 5 February 2010 at 3:48 pm Permalink

    bagi yang punya mobil dan banyak pasti beralasan kalo naik kendaraan umum gak aman gak nyaman… jadinya mereka tetep pake kendaraan pribadi.. biar nyaman..

    so pr juga buat pemerintah buat meningkatkan kualitas pelayanan kendaraan umum

  15. Senyum 5 February 2010 at 5:21 pm Permalink

    bagi yang berkelas kan bisa pake Taxi

  16. annosmile 5 February 2010 at 11:02 pm Permalink

    pertanyaannya apakah orang-orang setuju dengan pasal-pasal tersebut..
    hidup di kota besar memang banyak tidak enaknya, tapi bila hidup di kota kecil sulit berkembang..
    cukup menjadi dilema di negeri kita ini

  17. Reza Fauzi 6 February 2010 at 12:12 pm Permalink

    harusnya ada peraturan yang melarang mobil pribadi sebelum tahun tertentu supaya tidak macet, dan juga mobil harus ditumpangi minimal 3 orang, jangan 1 orang bawa mobil pribadi, macetnya parah, saya aja sekolah di SMA 6 jakarta (tengah kota jakarta) selalu pake kendaraan umum

  18. kontes seo 6 February 2010 at 10:37 pm Permalink

    saya setuju banget dengan usulan anda di atas. kalau tambahan saran dari saya adalah buat undang-undang bahwa semua kendaraan pribadi tidak boleh menerobos busway kalau sedang macet (bahkan macet total sekalipun). Sehingga setiap orang lebih memilih busway dibandingkan menaiki kendaraan pribadi

  19. cara membuat sexy social bookmark 6 February 2010 at 11:12 pm Permalink

    setuju gan…emang harus dibenahi semuanya sepertinya

  20. richo 7 February 2010 at 12:48 am Permalink

    wah udah jadi budaya keliatane kalo macet, semoga semua pihak peduli biar ga macet lagi….. salm kenal bro

  21. sauskecap 7 February 2010 at 11:47 am Permalink

    nomor 2 kayanya berat… karena kondisi disini banyak orang yang kerja di jakarta sedangkan rumahnya di bekasi atau depok… bayangkan jika ngantor naik sepeda….

  22. muni 7 February 2010 at 9:17 pm Permalink

    lama ga main ke sini..
    jakarta diprediksi memang akan semakin semrawut dan bertambah jika fasilitas transportasi umum tidak diperbaiki.karena tingkat pembelian kendaraan tiap tahun malah justru smakin meningkat. haha. mending beli mobil yang bisa terbang aja dah.
    apa kabar mas? hehehe. masih inget tak? mampir donk. :D

  23. anny 8 February 2010 at 2:51 pm Permalink

    Welehhh itu kan di Slipi menuju Grogol :D

  24. ilham 8 February 2010 at 4:29 pm Permalink

    hmmmm,…
    kalau menurut aku sich tinggal di desa atau dikota sama” ada enaknya and ada enggaknya….
    semua tergantung kita menyikapinya…
    and qta harus bersyukur dimanapun kita tinggal…
    karena bukan kebahagianlah yang membuat orang bersyukur, tetapi rasa syukurlah yang membuat orang bahagia…..

  25. helga indra 8 February 2010 at 5:47 pm Permalink

    ini nih yang kudu diperhatiin ama pemerintah
    gimana caranya mengurangi kemacetan

    heeem

  26. privacy content 9 February 2010 at 3:40 am Permalink

    harus ada aturan gak boleh nerima telp selama mesin kendaraan hidup :-)

  27. jimmy 9 February 2010 at 7:21 am Permalink

    kalo menurut saya fasilitas publik yang nomor satu harus diperbaiki. kalau fasilitas umum seperti bus dibikin nyaman, bahkan ada kereta dalam kota / bawah tanah seperti di luar negeri dengan sistem yang teratur dan baik, pasti banyak orang yang memilih menggunakan transportasi umum itu dibandingkan punya mobil sendiri, untuk menghindari macet dsb..

    lihat saja di negara2 maju banyak orang yang menggunakan fasilitas umum kan.. dan mereka menggunakannya dengan nyamannya..

  28. wholesale glassware 9 February 2010 at 9:52 am Permalink

    Jalan di Jakarta luas jalan sudah tidak sebanding dengan banyaknya kendaraan.

  29. mikrotik 9 February 2010 at 12:54 pm Permalink

    sama aja ya kaya d bdg, jalanan pada macet :D

  30. sigitsuper's blog 9 February 2010 at 10:13 pm Permalink

    di pemalang aja sekarang bertambah panas kok mas

  31. Tempat Informasi dan Download Gratis 11 February 2010 at 7:31 pm Permalink

    wah padat benar tu, makin hari jumlah penduduk makin banyak dan otomatis sarana dan prasarana akan semakin banyak juga contohnya saja kendaraan umum

  32. Mubarok 12 February 2010 at 12:56 pm Permalink

    Kataku seh perlu dikurangi jumlah penduduknya di “buang” tah ketempat yang jarang penduduknya kan lebih baik tuh hwhwhw

  33. Edi Psw 12 February 2010 at 5:13 pm Permalink

    Memang repot kalau sudah terjadi kemacetan seperti itu, terutama di kota-kota besar. Kalau menurut saya sih memang harus diadakan pemerantaan penduduk. Jangan sampai terlalu banyak penduduk desa yang pergi ke kota.

  34. achoey 12 February 2010 at 5:29 pm Permalink

    Lama gak ke sini
    Makin bagus blognya
    Makin bagus artikelnya
    Makin dewasa orangnya hehehe

  35. Tips Trik Komputer 13 February 2010 at 1:18 am Permalink

    Nice post sob…
    Keep blogging…
    Ditunggu posting selanjutnya ya…

    Jangan lupa juga kunjungan balik ya…

  36. sewa mobil 13 February 2010 at 11:49 am Permalink

    salam kenal sobat
    saya tunggu kunjungan baliknya buat semuanya okee

  37. communication files 13 February 2010 at 12:23 pm Permalink

    wah susah juga sob mengatur masyarakat dengan memaksakan pasal seperti yang kamu sampaikan, lebih baik membuat fasilitas yang lebih baik agar nantinya ada pergerakan naturally dari masyarakat :)

  38. okta sihotang 13 February 2010 at 6:42 pm Permalink

    @all
    Thx atas semua komentar2nya, ada yg setuju and ada yg tidak/kurang setuju, dan ada juga yg menambahi pendapatnya…
    Semoga para pejabat diatas sana, bisa memperhatikan masalah ini dengan lebih serius lagi….
    *otw to jakarta from medan (13feb2010)

  39. anak indonesia 14 February 2010 at 10:13 am Permalink

    pertanyaannya adalah kok masih ada orang yang betah tinggal di jakarta dan mau ke jakarta ? Masih banyak wilayah di negeri ini yang kosong seperti flores atau papua

  40. tips dan triks 14 February 2010 at 1:54 pm Permalink

    mantap info nya heheh

  41. setuju…sebaiknya bangsa indonesia ini harus sudah mulai berbenah.malu sama negara lain…

  42. Lifestyle 14 February 2010 at 10:11 pm Permalink

    wah untuk undang2nya boleh juag tuh, tp sebuah undang2 ga bisa diubah semaunya kita soalnya pasti berdampak pada hal yang lain, dan itu bakalan menambah masalah yang baru lg….
    Lifestyle Inspiration

  43. pembenahan harus dari segala lini, dan diusahakan peraturan tetap mempunyai wibawa…

  44. Siapa bilang hidup dikota besar itu banyak enaknya. Kalau mau hidup di kota seperti kota PArepare itu baru banyak enaknya.Disamping bermadya sampingnya juga ada banyak gunung enak coy.

  45. weight loss program 18 February 2010 at 2:49 pm Permalink

    sungguh malang nasib di ibu kota,,,kota besar dan dengan masayarakat yang sangat besar,,,dengan kendaraan yang sangat banyak dan tidak seperti semestinya…

    semoga pemerintah bisa mengatasi hal ini…amien

  46. womens health 18 February 2010 at 2:52 pm Permalink

    kota besar memang tak selamanya indah…malah lebih indah di desa dengan suasana yanng tenang tanpa ada kemacetan dan polusi udara…

  47. medical supplies 18 February 2010 at 2:57 pm Permalink

    .terima kasih atas info yang anda berikan …semoga ini bisa menjadikan saya bisa menjadi lebih baik lagi dengan apa yang saya lakukan…
    kemacetan lebih di karena masyarakatnya yang kurang peduli dengan polusi yang ada dan dengan kemacatan..semoga smua bisa menjaga ibu kota tercinta,

  48. Travel Vacation 18 February 2010 at 3:02 pm Permalink

    berkunjung dengan tujuan baik dan menjaga tali silaturahmi..hehe

    semoga ibu kota kita tercinta bisa menjadi ibu kota yang bisa menjadi kebanggan bagi kita bangsa indonesia…anti kemacetamn…

  49. Cara membuat blog lebih rapi 19 February 2010 at 2:50 pm Permalink

    setuuuujujuuu kak..bukan kemacetan aja,nampaknya gepeng juga perlu diatasi

  50. Webmaster Resource Indonesia 19 February 2010 at 9:41 pm Permalink

    Good posting kawan succes always

  51. saya sepakat dgn pembatasan kepemilikan kendaraan bermotor perkeluarga.Itu bisa mengerem pertambahan jumlah kendaran bermotor. Pengambil kebijakan di negeri ini jangan hanya berpikir dari pemasukan pajak kendaran bermotor dan pajak perusahan kendaran bermotor. Karena semakin banyak kendaraan bermotor, semakin besar juga subsidi yg harus dikeluarkan

  52. sarannya bagus sekali….

  53. Putra Blambangan 21 February 2010 at 3:28 am Permalink

    Setuju sekali mas karena menurut data jumlah kendaraan dengan luas jalan tidak seimbang jadinya Ya MACET, O ya Salam kenal dari Putra Blambangan

  54. mortgage refinancing 22 February 2010 at 4:09 am Permalink

    Saya sendiri merasakan sulitnya hidup di kota Jakarta. Waktu saya merantau beberapa tahun di sana, bekerja, berjualan, bangkrut-untung-gulungtikar- … memang fenomena hidup di Jakarta ritmenya snagat sibuk dan cepat.

    Tapu syukurlah, sekarang saya sudah tinggalkan Jakarta, walau gagal, tapi masih ada harapan untuk berusaha di kampung halaman sendiri

  55. manly beach accommodation 22 February 2010 at 10:57 am Permalink

    Orang kita itu pinter2 tapi kenapa yah masalah kemacetan tidak ada solusi yg kongkrit

  56. botol susu 22 February 2010 at 11:27 pm Permalink

    macet…hmmm…emang susah sekolah aja jauh dari rumahnya…jadi ribuan anak sekolah harus menempuh macet buat ke sekolahnya…belum yg lainnya…

  57. parfum 22 February 2010 at 11:37 pm Permalink

    yah gimana ya??peraturan pemerintah tanpa liat kondisi yg ada…kdg terburu buru

  58. pulsa elektrik 22 February 2010 at 11:40 pm Permalink

    mari kita berdoa supaya macet bs berkurang….

  59. pulsa 22 February 2010 at 11:42 pm Permalink

    mungkin pembangunan jalan raya harus diperbanyak ya??

  60. sprei 22 February 2010 at 11:44 pm Permalink

    biar gak macet kelamaan naik motor aja…

  61. Inmet copper mine Panama 27 February 2010 at 9:29 am Permalink

    I lIke this blog, keep blogging bro. Thanks for this information :)

  62. belajar search engine 28 February 2010 at 11:37 pm Permalink

    thank’s buat info nya !~

  63. catatanku.info 2 March 2010 at 10:25 pm Permalink

    sepertinya sangat sulit

  64. Ian Hafild 5 March 2010 at 6:23 pm Permalink

    Betul, saya juga setuju… memang bnyak UU yang harus direvisi, karena tidak memihak kepada rakyat, dan sudah banyak yang ga relevan dengan perkembangan zaman.

  65. Peter Channel 5 March 2010 at 6:32 pm Permalink

    setuju gan…emang harus di revisis lg tuh..

  66. Tuning Car 7 March 2010 at 10:11 am Permalink

    mendukung gan………biar lebih baik

  67. Tuning Car 7 March 2010 at 10:13 am Permalink

    ayo rubah UU nya, dah gak memihak buat kita2 lagi

  68. kunjungan dari
    dofollow social bookmark indonesia

    share your artikel with us, seo optimation for you

    http://disuka.com

    bookmarking indonesia

  69. Sales Generation Consultancy 12 March 2010 at 4:49 pm Permalink

    Enormous pics! It is courteous.

  70. score piano 12 March 2010 at 11:38 pm Permalink

    itu kan emang udah resikonya, ada baik ada buruknya, kalo mau lebih (duit) ya mesti lebih semuanya (macet jg) :D

  71. mending kita urus diri kita sendiri…daripada urus negara yang semakin kacau :D

  72. nursingbegin 14 March 2010 at 6:14 am Permalink

    tambahin pasal pembangunan yang merata. itulah kalau pembangunan tidak merata, akhirnya orang-orang pada berebut ladang nafkah di tempat yang sama.

  73. pianis 19 March 2010 at 7:02 am Permalink

    ibu kotanya dipindahin aja,,

  74. Semakin hari negara kita semakin memprihatinkan..usut punya usut ternya uang di korupsi oleh mereka…lebih banyak dari pada yang dipakai untuk mensejahterakan rakyat kita

  75. Hambyah 22 March 2010 at 9:09 pm Permalink

    wahh.betul banget tuh, saya dukung ……….saya juga sumpek hidup dsurabaya yg penuh keramaian ini

    Master Hamzah Blog

    Master Hambyah

  76. women's winter boots 26 March 2010 at 9:35 am Permalink

    Kalau aku sih setuju-setuju aja….yang penting tertib semua…


Leave a Reply