Anak Jalanan juga manusia

Posted by oktasihotang on Monday 25 Jan 2010

Hmnnn…Negara Indonesia tidak perah lepas dari yang namanya MASALAH SOSIAL, belum lagi kelar masalah century, udah datang masalah penulis george tentang GURITA CIKEAS, udah datang lagi masalah antasari azhar yang dengar-dengar di vonis hukuman mati, udah datang lagi masalah si Baikuni alias babe sang sodomi mayat dan tukang jagal, udah datang lagi masalah sindikat pembobol uang lewat ATM, eh.. sekarang ini masalah yang sedang-sedang hot nya mengenai anak jalanan.

Mengenai anak jalanan ini, memang sudah sebuah realita yang lama sekali terjadi sampai sekarang, menurut akal sehatku, ini terjadi jelas-jelas karna faktor KEMALASAN YANG TURUN TEMURUN, alasannya :

  1. Karena rasa malas ini, orang - orang banyak berharap datangnya hibah dari orang lain
  2. Kalau orang tuanya saja sudah malas bekerja, maka otomatis faktor malas ini akan turun juga ke anak cucunya
  3. Karena malas inilah, orang tua tidak bisa mendapatkan ekonomi yang cukup dan tidak bisa menyekolahkan anak-anaknya untuk meraih ilmu dan pengetahuan, walaupun pemerintah sudah membuat dana bantuan BOS
  4. Kalau keluarganya sudah malas-masalan, anak-anak tidak mempunyai ilmu dan pengetahuan, maka susah untuk mendapatkan kehidupan yang layak terkecuali mau bekerja keras mencari nafkah
  5. Karena faktor malas dari orang tua yang turun temurun ke anak cucu, maka si orang tuapun meng-iya-kan kalau anak-anaknya turun kejalan dan berkeliaran dijalanan gak jelas, dan orang tua jelas tidak ada rasa tanggung jawab terhadap kehidupan anak-anaknya
  6. Ada juga pengaruh kurangnya pengetahuan akan re-generasi, maksudku adalah jika perekonomian keluarga pas-pasan, janganlah pula “cetak” anak dengan seenak upilnya tanpa memperhitungkan kehidupan yang layak bagi anak-anaknya nanti
  7. Dan kesemuanya ini hanya ada beberapa alasan yang menurut aku pribadi adalah KONYOL : saya tidak ada pengetahuan pak untuk kerja kantoran, saya tidak punya skill, hidup saya susah mana mungkin saya bersekolah

-00-

Lihatlah jeleknya potret anak-anak jalanan dibawah ini :

Inilah akibat tidak adanya tanggung jawab dari orang tua

Inilah akibat hilangnya tanggung jawab dari orang tua

dan anak-anakpun dijadikan objek eksploitasi pencari nafkah oleh oknum-oknum tidak jelas termasuk orang tuanya sendiri

dan anak-anakpun dijadikan objek eksploitasi pencari nafkah oleh oknum-oknum tidak jelas termasuk orang tuanya sendiri

akibatnya terkesan menjadi sampah masyarakat dan jeleknya suasana kota karena anak jalanan

akibatnya terkesan menjadi sampah masyarakat dan jeleknya suasana kota karena anak jalanan


Well, tadi malam (24 januari 2010 pukul 12an malam) aku nonton acara metrotv yang menyiarkan masalah anak jalanan, dimana siarang ini adalah live dari grogol-jakarta barat dan berlokasi di tempat main playstation (PS). Ada 1 bocah kecil yang diwawancara disana dan mirisnya setelah interviewer menanyakan “ibu kamu dimana ?“, si bocah itu menjawab “ibu saya sedang masak“, lalu si interviewer ini lanjut bertanya “ibu kamu masak dirumah ??, rumahnya dimana ??“, dengan polosnya sibocah itu menjawab lagi “ibu saya lagi masak dirumah, di semarang“, buseeeeet dagh, ibunya disemarang dan sibocah itu lagi di grogol main Playstation bersama anak-anak jalanan lainnya.

Disitu jelas bahwa tanggung jawab dari orang tua sangatlah kurang dan aku pribadi merasa tidak ada sama sekali (tanggung jawab orang tua,red).

Hmnnn… :-?

Aku pribadi bukanlah seorang pengusaha sukses, bukanlah konglomerat, bukan seorang pakar pengamat masalah sosial, bukan pula pakar pengamat ekonomi, disini aku hanya memberikan apa yang ada dalam pikiranku, correct me if i`m wrong mengenai pendapat-pendapatku.

-00-

Nah, klo menurutku pribadi, ada beberapa solusi untuk mengatasi peningkatan jumlah anak jalanan, yaitu :

  1. Perlu ada sosialisasi bagaimana meningkatkan pendapatan rumah tangga terhadap para orang tua yang perekonomiannya “minim”, jangan hanya maraknya sosialisasi bisnis internet yang saat ini sudha menjamur dimana-mana
  2. Monitor program DANA BANTUAN BOS, jangan sampai ada oknum-oknum tertentu yang manfaatkan hal ini, sehingga anak-anak kurang mampu bisa bersekolah dan mendapatkan skill untuk masa depannya
  3. Maunya bagi orang tua yang perekonomian yang “minim” sadar akan masalah keturunan, jangan asal “cetak” anak sesuka upilnya, sadarlah akan masa depan sianak dalam keluarga tersebut jika anggota keluarga yang harus dibiayai dengan ekonomi kecil pasti tidak akan bisa
  4. Bagi anak jalanan yang saat ini sudah banyak berkeliaran dijalan-jalan, maunya pemerintah dan pengusaha bersama - sama, membuat semacam rumah singgah gitu, dan berilah keterampilan kerja disana, kasih sosialisasi tentang cari duit yang bagus dan bermoral baik, ntah itu sosial kerajinan tangan, kasih skill komputer, dsb

Banyak kok orang - orang sukses yang duitnya bingung ntah mau dikemanain, banyak konglomerat gak jelas yang masih egois dan selalu mengkorek-korek duit terus, malah mirisnya banyak para pejabat yang korupsi gak jelas, maunya kita saling berbagi satu sama lain, lihat orang disekitar kita, jangan egois, kalau ada sedikit padamu makanan, berilah sebagian dari sedikit makanan itu kepada orang disekitarmu, kalau kita semua senang, pasti kondisi masyarakat kita juga akan senang dan sejahtera, tidak ada anak jalanan, semuanya jadi anak rumahan (anak - anak yang punya rumahk, tinggal dan tidur bersama keluarga masing-masing). Berbagi itu Indah kawan… -nhf-

Tulisan yang berkaitan...

525 Views

56 Upil yang betebaran untuk “Anak Jalanan juga manusia”

  1. san Says:

    kasihan mereka…..

  2. zee Says:

    Pemerintah kita yg terkesan tidak serius menangani mereka. Ciptakan lapangan kerja padat karya utk orangtuanya, buka sekolah subsidi utk anak2 itu, hukum tegas para pemberi sedekah di jalan raya, tangkap mereka yg masih berkeliaran. Spt katamu Okta, ada budaya malas yg mereka tangkap tiap hari dr ortunya. Itu membuat mereka menganggap bahwa jd peminta2, pengamen, psk cilik, itu semua wajar demi segenggam recehan. Coba cari koran kompas kemarin, ada itu ibu dan anak tidur di pinggir rel kereta api, dan pas pula KA itu lewat dengan kencangnya tp mereka ga kebangun. Anaknya itu tidur tanpa celana dalam, dia sebaya sama anakku. Kekmana coba ga miris melihatnya. Ga bisa begitu saja dibantu dgn dikasih baju atau uang atau dibangun rumah, tp hrs ada campur tangan pemerintah agar betul2 dibimbing.
    Emosi aku jd WN ini bah!

  3. oktasihotang Says:

    @kk zee :
    bah, jangan emosi kw kakak, hahaaa..sabar..sabar calm down :P

  4. Next-Prev Says:

    kasihan mereka, di masa-masa untuk sekolah tapi mereka harus di suruh mencari nafkah :(

  5. Hack Says:

    belakang ini sebuah stasiun televisi juga sering meliput anak jalanan malam hari bahkan live report :D

  6. Astaga.com LifeStyle On The Net Says:

    mantep artikelnya..kemalasan sudah menjadi budaya kayaknya, mari rubah budaya malas ini dimulai dari diri kita sendiri dan dari hal palin g kecil

  7. baladika Says:

    itu yang digendong bisa aja nyewa bos, ada tuh di tv berita ginian, biar dikasihani. dia nyewa anak.

  8. Bisnis Online Says:

    saya kasian ngeliat mereka… mereka korban….

  9. Faizal Alfa Z Says:

    Kadang2 bingung juga, rasa iba memancing untuk ngasih, tapi di sisi lain, tidak mendidik juga, karena sebenarnya pengentasan mereka tidak bisa tuntas dengan sekedar menyisihkan recehan …

    http://www.kingofclick.blogspot.com

  10. sauskecap Says:

    wah kalo kemalasan sudah turun temurun susah juga… mungkin ada orang yang baik hati mendirikan sekolah gratis menculik anak2 jalanan buat disekolahkan di sekolahnya….

  11. sawali tuhusetya Says:

    andai saja pemangku kekuasaan di negeri ini amanah pada UUD’45, seharusnya kita tdk akan melihat nasib anak2 jalanan seperti itu, mas okta, karena jelas ada aturan yang mengatakan bahwa anak2 miskin dan telantar dipelihara oleh negara. doh!

  12. Haqqi Says:

    Wah, susah juga yah… dilema soalnya, apakah itu benar-benar anak jalanan karena nasib, atau anak jalanan karena exploitasi bos-nya…

    http://cektkp.com/rock

  13. yudi Says:

    upil kali ini mutu juga ni boss, perlu dibikin surat untuk yang berwenang ngurus masalah kemiskinan dan anak jalanan tu

  14. antown Says:

    kalau saja anak jalanan bisa berkurang dan hilang dari pandangan mata kita, oh sungguh indahnya indonesia. Namun permasalahan ini rupanya tidak mudah diatasi. makin hari makin banyak aja meski mereka juga sudah dibersihkan sama pamong praja. kapan ya ada solusinya?? hmm..

    btw, new header ya okta, new themes. asyikkk

  15. gstraat Says:

    sory gak nyambung…fotonya diambil di mana?
    di Medan juga sekarang tambah banyak kayaknya.

  16. wi3nd Says:

    ini dia berantas kemalasan!!

    9imna mu maju klu malas yan9 dipiara..

    dilema ju9a sama anak2 jalanan ini,kasihan tapii..

  17. Trianz Says:

    Andaikan dana bailout century dimamfaatkan untuk pendidikan dan kegiatan sosial. Indonesiaku ..Indonesiaku

  18. 1121 Says:

    beri lah kalo ada kesempatan utk memberi.

  19. apoez Says:

    yang mampu dan punya dana lebih tolong dunk dibantu….
    kasian masih anak kecil terlantar..

  20. Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC Says:

    Andaikan saya berduit.. kan ku bantu sebagian dari mereka.. andaikan ku jadi mereka (jangan sampe deh :D)
    kunjungan rutin mas :)

  21. Kaos Couple Says:

    hmm…sekarang solusinya pegimane,,,??

  22. annosmile Says:

    dilema juga, kalau kita ngasih duit akan tumbuh anak jalanan yang lain dan kalau tidak dikasih duit juga kasihan.
    walaupun negera ini sudah diatur dengan undang-undang dan didalamnya terdapat pasal yang mengatakan anak terlantar dan pengemis dirawat oleh negara, rasanya hany sebuah tulisan semata
    pemerintah kurang tanggap dan kesalahan orang tua dalam mendidik anak

  23. H Says:

    sabar bung sabar… :D

  24. Tas Sekolah Says:

    mmm, potret miris bangsa ini …
    harus bertindak, tp juga jgn sekedar kata :)

  25. Asep Hansipudin Says:

    Sebetulnya tetap yang paling bertanggung jawab adalah pemerintahnya, meskipun kita semua juga ikut juga bertanggung jawab. Sungguh sangat ironis sekali ditengahnya gemerlapnya kemewahan masih banyak bangsa kita yang seperti itu, hemmm … semoga saja kedepan lebih baik. Salam.

  26. Meroket Says:

    Saya kira pemerintah harus bekerja extra untuk menangani masalah sosial yang sangat serius ini

  27. Kang Kasino Says:

    kasihan sekali mereka. Kurangnya perhatian pemerintah terhadap anak2 jalanan menjadi ‘upil’ tersendiri di Indonesia.

  28. megi Says:

    kasihan yah, masih anak-anak sudah bekerja mencari uang
    dimana orang tuanya yah ?????

  29. mr.ngaco Says:

    kasus anak jalanan di negri kita memang harus di perjuangkan,dan yang menjadi faktor utama yaitu diri kita sendiri mau tidaknya kita memperjuangkan itu..
    salam kenal dari http://hendro-prayitno.blogspot.com

  30. Aliche Says:

    aku setuju ma artikelmu

  31. Umpcinfo Says:

    hanya bila menghela nafas.. Pemerintah lagi mikir apa ya???

  32. ganda Says:

    sebenarnya, kita sendiri pun bisa jadi faktor kenapa mereka menjadi demikian.

  33. Link Tea Says:

    Sekarang makin banyak aja ya.. hampir disetiap kota..

  34. Saung Web Says:

    Kunjungan siap buat nyari upil nih

  35. ridu Says:

    wah gue setuju bangettt.. iya itu orang tua yaa.. harus bisa menjaga anaknya.. kasian banget kan kalo dieksploitasi gitu..

  36. harga mobil Says:

    ya setuju banget… apalagi itu anak jalanan rata-rata dikoordinir.. bukan memang dari kemauan mereka sendiri… :(

  37. 1nd1r4 Says:

    Mau comment soal point no 3 agar jangana asal cetak anak….saya setuju banget, bukan hanya buat yg penghasilannya minim, tapi semua ortu. Karena anak itu tanggungjawab dan amanat…jgn mau bikinnya aja ga mau ngurusnya

  38. aul_wackyman Says:

    setuju…dan ditunggu neh usaha pemerintah untuk mengetaskan kemiskinan di indonesia agar gak ada lg pengemis2 yang bertebaran dijalan2 :D

  39. presy__L Says:

    setuju!
    kebanyakan masyarakat kita seenaknya aja bikin anak, tanpa mikir tuh anak mau dikasih makan apa. mestinya juga pemerintah sosialisasi masalah KB. jadi ga menuh2in masyarakat aja..

  40. Arief Rizky Ramadhan Says:

    siapa bilang anak jalanan itu setan wkwkwkwk…. saya juga anak jalanan karena saya tiap hari jalan di jalanan

  41. http://putraunj.blogspot.com/ Says:

    katanya gini ya gan : saya tidak ada pengetahuan pak untuk kerja kantoran, saya tidak punya skill, hidup saya susah mana mungkin saya bersekolah.

    yang ngomong anak kecil atau orang dewasa gan ?
    sebenarnya kalo anak kecil ga logis gan kalo anak kecil kan ada ortunya ya ortunya tanggung jawab
    kalo orang gede yang jawab juga ga logis.Harusnya mereka cari nafkah lain dgn minjem dana dari pemerintah

  42. Tips Trik Komputer Says:

    Sebetulnya tetap yang paling bertanggung jawab adalah pemerintahnya, meskipun kita semua juga ikut juga bertanggung jawab. Sungguh sangat ironis sekali ditengahnya gemerlapnya kemewahan masih banyak bangsa kita yang seperti itu, hemmm … semoga saja kedepan lebih baik….

  43. Forex Indicator Says:

    Anak jalanan memang butuh perhatin khusus… tapi apa daya pemerintah kita tutup mata terhadap masalah tersebut….mungkin kedepan kita mesti memilih pemimpin yg benar2 memperhatikan rakyatnya bukan karena enak diliat aja… Good job Brooo….

  44. Traffic Exchange Says:

    klo anak kecil yach yang bertanggung jawab yach orang tuanya…. Klo gak sanggup ortunya, yach Pemerintah yang harus mengambil tanggung jawabnya….

  45. Jay Says:

    kalau kita lihat pasal 34 UUD 45, Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara, sepertinya ga pernah tercapai, kalau masing2 pemimpin masih mementingkan pribadi atau golongan.

  46. garage systems Says:

    wah info yang menarik nih, thanks banget nih atas info yang di berikan !

  47. high voltage transformer Says:

    thanks infonya mampir lagi sekalian tukaran link banner and follow yuk!

  48. rental mobil Says:

    salam blogger frend

  49. KVM Switches Says:

    You have done a tremendous job. Do follow blog are very hard to find. Thanks for making such a complex task trouble-free.

  50. California Drug Rehab Says:

    terima kasih tutorialnya….sangat bermanfaat buat saya!

  51. tenyom Says:

    mereka memang manusia, kalau orang bijak bilang “beri mereka buku bukan uang” kalau kita memberi uang sama saja kita membenarkan mental minta-minta
    (tapi kalau mereka tetap minta uang,bilang saja “gue ga punya uang,ambil nih buku,mau dibaca sukur,mau dijual jg ga papa”)

  52. info dalam kubus Says:

    sebenarnya banyak potensi dari diri anak2 itu,tp pendidikan juga mahal.banyak pendidikan nonformal,yang semoga itu dapat membantu…

    salam kenal sob…

  53. artis indonesia Says:

    sungguh ironi, padahal katanya fakir miskin dan anak2 terlantar dipelihara oleh negara…tanya mengapa?

  54. kumpulan info Says:

    Tapi jika anak jalanan diberi uang, maka orang tua nya akan terus mempekerjakan mereka tanpa rasa kasihan. Padahal di usia mereka, seharusnya mereka tidak bekerja, tapi menikmati masa kecil mereka bahagia.

  55. KVM Switches Says:

    oh great article good written…….
    we may make millions from the net if we do work, thanks for sharing………

  56. dofollow social bookmark indonesia Says:

    kunjungan kembali sob..

    cuma mau kasih info buat semua, semoga berkenan ya..

    dofollow social bookmark indonesia

    share your artikel with us, seo optimation for you

    http://disuka.com

    bookmarking indonesia

    terima kasih

Tinggalkan Upilmu...