Mengapa menilai seseorang dari penampilan ?
Ola..la..yuhuiiii, gila abis, baru sadar klo aku dah lama gak update blog upil ini, dan gak sadar pula klo sekarang udah bulan agustus, dan sebentar bakal merayakan HUT RI yang ke 64, hmnnn..kayaknya bakal ada perlombaan makan kerupuk, lomba panjat pinang, dsb neh
-00-
Forget it for a moment, selama gak update blog ini, banyak sekali peristiwa yang aku lewati dan alamin, seperti nyaris pukuli kerneknya transJ (ya, walaupun aku pada waktu itu agak takut juga sih, hihiii), ketemu ama lelaki setengah baya yang ngaku – ngaku duitnya abis, dan ternyata adalah seorang penipu (kejadiannya disekitar depan atmajaya, dekat plasa semanggi) - WTF banget, en da… hampir kelupaan, klo blog ini mendapatkan nominasi finalist 3 besar ajang lomba di bubuawards, walau gak jadi yg pertama, tapi aku dah senang sekali ternyata banyak juga yg nge-vote blog ini dalam ajang tersebut (thx all)
Well, kali ini aku ingin bercuap – cuap tentang tradisi yg menjamur di kalangan masyarakat mengenai penilaian terhadap sesuatu objek (kali ini aku angkat mengenai human oriented thinking, belaga bgt bahasanya). Kenapa kebanyakan orang nge-judge orang lain itu dari case-nya, ibarat sebuah handphone, walau onderdil handphone itu sebenarnya udah ancur abis didalamnya, tapi cuman diganti dengan casing yg baru, maka handphone itu akan bernilai baru, dan masih banyak kasus lainnya. Oke, walau banyak kata berucap : “penilaian pertama akan pencerminan pribadi seseorang adalah dari penampilan“, tapi aku pribadi GAK SETUJU BANGET AKAN KALIMAT ITU.
Kebanyakan orang ketika ingin melamar pekerjaan dan melakukan interview, pasti mencoba berpenampilan meyakinkan, agar interviewer bisa terima orang itu, walau sebenarnya si pelamar tersebut gak punya skill apa – apa. Atau ketika seorang laki – laki ingin melamar/ meminang gadis, dan laki – laki itu mencoba berpenampilan oke agar si calon mertua melihatnya mantraaap dan merestui anak gadisnya dipinang. Oh guys… come on, gak semua orang yang berpenampilan “meyakinkan” itu se-yakin/oke dengan pribadinya, buat jati diri kita sendiri. Bisa aja hanya casing doang dan kenyataannya kepribadiannya busuk. Aku disini gak men-judge semua orang berpenampilan oke = pribadinya tidak oke, emang sih banyak juga yg penampilannya oke = pribadinya oke juga, tapi hal tersebut menurutku gak mutlak.
Aku pribadi pernah mengalami kenyataan diskriminatif akan berpenampilan. Dalam kasus :
- Ketika ingin membeli sebuah jam tangan yg harganya nyaris jutaan, dipikir si penjual jam tangan itu aku gak sanggup belinya, emang sih kemarin aku berpakaian kaos oblong dan celana pendek. anj*ng….
- Ketika bersantai ria dengan programmer lain di depan menara mulia gatot subroto, sambil ngerokok jam 5-an (kurang 10 menit lagi biar jam 5) sore, satpam menegur kita karna penampilan kita (programmer – programmer berpenampilan santai dan terkesan bukan pegawai kantoran yang oke), dan satpam mengusir kita agar jangan ngerokok di depan gedung, padahal ada karyawan dari kantor lain yg santai ngerokok gak jauh dari kita (agak disamping gedung) dengan memakai kemeja (klo gak salah pegawai HSBC), kampreeet
- Walau udah tiap hari keluar masuk dari gedung kantor, tapi tetap aja terkadang diminta diperiksa pakai tongkat pendeteksi oleh petugas penjaga, kebetulan aku gak jarang pakai kaos oblong ke kantor dengan rambut yang gondrong
Yah…itulah beberapa kasus yang menurutku pribadi udah sangat diskriminatif dikarenakan penampilanku yang selengekan, dan “menurut mereka – mereka yang melihat dari penampilanku” gak cocok dan gak terkesan keren ala karyawan kantoran, jiakakakaaaa….padahal mereka gak tau sebenarnya pribadi aku sangat-sangat-sangat-sangat oke (rajin menabung di wc, rajin ngupil, rajin berdoa disaat mau dicopet, rajin mandi pagi, sayang orang tua, hihihiiii). Jadi kekmana lagi klo aku gondrong, pakai tatto di pergelangan tangan (bulan 9 ini akan terealisasi), trus jenggot dan kumisku panjang, pakai reben (istilah orang batak : kaca mata hitam) lagi ?, bisa – bisa orang bakal mengira aku adalah seorang copet, atau teroris, padahal aku ini kan seorang programmer sejati =))
-00-
Oke baiklah, apapun tanggapan orang terhadap penampilanku, tidak membuat aku ciut dan mencoba merubah penampilan kearah yang “mantap” kata orang lain, yang padahal bagiku pribadi sangat tidak nyaman jika harus berpenampilan seperti itu (pakai kemeja, celana kantoran, saat dijalan selalu memegang blackberry) capcay degh…
-00-
Next time, i wanna learn about guitar hero game, pengen banget mahir main gitar hero, karna keseringan lihat kawan seperjuangan main gitar hero di kantor, jadi pengen expert kayak dia, cuman yg jadi masalah adalah waktu, waktu ini yg sangat menyitaku sehingga gak ada waktu luang untuk bermain game
Berikut poto kawanku yang “cukup” expert dalam guitar hero game versi PC :

Dan ini permainannya :
note : poto dan video diatas diambil kemarin malam
Baca juga tulisan berikut :
- Update status facebook sambil NGUPIL - 22nd April 2010
- Hidup sudah susah jangan dibuat susah lagi - 17th March 2010
- Masa paceklik... - 1st March 2010
- Penghapusan account okta sihotang - 22nd February 2010
- Undang - undang harus di revisi... - 3rd February 2010
- Anak Jalanan juga manusia - 25th January 2010
- Di Facebook, okta sihotang adalah WANITA - 20th January 2010
- Manis pahitnya dapat proyek pengerjaan aplikasi - 10th January 2010
- Confuse - Tips pengerjakan proyek - 15th December 2009
- Awal Bulan Diakhir Tahun 2009 - 1st December 2009

Bak kata orang lai, penampilan dulu, masalah isi kantong itu urusan belakangan..
Tpi bener siy, kita sering menilai orang dari luarnya saja. Dalamnya kita tidak tahu.
Tapi ggplah Lai…nyantai ajah..teruskan belajar main gitar heronya. kl dah bisa ajarin gw ya..
Wah dikirain gitarnya gitar ada senarnya, ternyata ga ada yah
mungkin si satpam ngga tau pepatah don’t judge a book by its cover kali yaaaa…
pernah ke PS masuk counter cosmetic mahal, saya cuma dipliriki sama mbak-mbak penjaga counternya ngga dianggep. gara-gara saya cumah pake kaos, celana pendek dan sneakers..
)
rese emang! dipikir saya ndak mampu beli apah..
)
wakakaka…
gak cuma kau yang punya pengalaman jelek gitu, Ta.
aku pun di Medan Mal dulu sampai di kuntit satpam dari depan dan lantai atas, gara-gara bertampang kere =))
tapi tentang Guitar Hero itu, kau mesti coba Ta!
seru.. nanti main sama lah kita
@Mengembalikan Jati Diri Bangsa: sip..sip bos, doain gw
@Chic: iya, sakit ati banget klo gitu….blm pernh kayaknya tuh orang ditampar dollar yaks =))
@nich: sip..sip
yahhhhhh mu gmn lagi bro…mata adanya di depan, fungsinya untuk melihat.. wajar kalu yg tertangkap pertama kali adalah apa yg dilihat oleh mata : penampilan… setelah itu sih ya terserah
Yg cuman liat kulit jelas ga suka/mampu menghargai isi
setuju. aku sering banget disepelekan orang okt. kalo lihat casing-ku emang ngga meyakinkan sih.
tapi biar ajalah, Tuhan yang membalas. *loh???*
emang masyarakat kita masih kolot bro…
jadi selalu menilai orang yang rapi, pakaiannya bagus,dll lebih terhormat dr pada yg biasa2…
hehehe…
jadi keinget ceritanya pak bob sadino, pas mau sewa kamar,karena cuma pake celana pendek, diusir deh ma hotelnya.. untung pak bob kaya… langsung aja di beli tuh hotel & karyawan yg ngusir dia td lgsung di pecat… (rasain loh.. )
DO the best
@kucingkeren:
@Yosephs: benar bgt
@latree: iya neh tree…
@vietnamet: maksud teee ???
Bukan hal aneh bang kalau kebanyakan budaya perkotaan seperti ini. Selalu menilai orang dari penampilan doank. Aku aja pas jalan-jalan ke mol pakai celana pendek dan kaos oblong langsung ditanyain ma satpam gila itu. Langsung kumaki balik dia. Kubilang sama dia, “Aku yang bayar gajimu ya..!!. Kalau ga ada konsumen kayak aku, ga bakalan makan kau”. Saking kesalnya, emosiku keluar juga coy.
@Bang Del: huahauahaaaaa, kasian bgt nasib kita ya laek
biarkan orang nge-judge dari penampilan, asal kita ga ikutan, iya ga bro
Ya cemanalah Okta,
Gak bisa disalahkan jg satpam yg ngusir kelen itu. Dia jg gak tahu kan yg bener anak2 ini pegawai kantoran ato copet, soalnya gayanya sama. Daripada salah2 tau2 beneran copet, gimana?
Ga usahlah keren2 kali pake baju dan sepatu kek mo pesta, tp kan bisalah aga sedikit rapi. Bercelana pendek dan kaos oblong jg bisa rapi kok, asal kau mandi ya dek….. hahahahaaa…
mungkin harus ada peringatan tuch bro…”Dilarang Merokok Memakai Kaos Oblong di Sekitar Sini” wakakakakakakka…
keke … makanya, mas okta, dandan yang keren biar gampang ngajak kencen sama abege, keke … ndak deng, mas okta pemuda baik, kok, ndak mau yang gitu2. itulah repotnya, mas, banyak orang yang silau akan penampilan. padahal, sejatinya itu gampang menipu orang, bener ndak?
yah namanya manusia kan selalu mengandalkan mata untuk menilai dan melihat sesuatu, coba kalu terlatih menggunakan hatinya, pasti bakalan gak deh.
@1nd1r4: benar bgt bro
(
)
@zee: bah, yg kw kiranya aku gak mandi kakak ??
mandi aku tiap hari yaks, 3 kali sehari
@ekads: =))
ada2 aja
@sawali tuhusetya: iya mas, gak semuanya penampilan baik itu mencerminkan hati dan jiwa yg baik pula…..
@ansav: benar juga sih..
wkwkwkwk,,
emang dari luarnya uda keliatan upilnya sih..
jadi di sangka teroris deh.
wow susah juga yang managemen waktu ya bang. Buat cari upil aja masih mikir2 waktu kapan enaknya dilakukan tanpa mengganggu ruinitas
guitar hero ya?? blajar aj ma sy,sarebu lima ratus per menit.. jgagagaga..
lam kenal lah
dont jud9e book by a cover 9ituh ya ta klu pepatah batak bilan9
tapi meman9 seperti itulah kenyataan,apala9i hidup didunia yan9 serba moderat,penampilan is number one..
santai ajah ta,yan9 tau apa dan 9imana diri sendiri adalah kita sendiri kan?
jadi just be ur seLf and love the way we are
have nice lon9 week end,and meRdekaaaaa,.. hehe
dont jud9e book by a cover 9ituh ya ta klu pepatah batak bilan9
tapi meman9 seperti itulah kenyataan,apala9i hidup didunia yan9 serba moderat,penampilan is number one..
santai ajah ta,yan9 tau apa dan 9imana diri sendiri adalah kita sendiri kan?
jadi just be ur seLf and love the way we are
have nice lon9 week end,and meRdekaaaaa,.. hehe
nasib kita sama kah? wew, aku kalo kerja biasa-biasa juga. nyaris tidak pernah pake kemeja selama 3 bulan terakhir. pecinta oblong sejati? iya kali ya. seneng juga sih…
tapi kalo ada yang menyepelekan karena kita berpakaian terkesan asal2an, sebenarnya itu kebalik. apa perlu kita membuktikan sob?? urghh, untung saya belum pernah mengalaminya. kayaknya sih
gitarnya sapa tuh bro? Punya satpam ya..
:D:D:D:D:D:D
Artikel yang menarik. Keep posting bro!
maklum aja bos orang jawa kan bilang kalo ajining diri saka lathi and ajining saliro kan saka busana travel blog.
wajar aja kalo di usir situ penampilannya kaya ob sih, sori bukan ngenyek kok “celoteh blogger tulungagung“.
wow !! Very Fantastic Video.Thank you so much for share it with me..
Salam Kemerdekaan Bang Okta. Ditunggu posting berikutnya.. MERDEKA..!!??
Bang Okta… Salam kemerdekaan.. Ditunggu posting berikutnya ya bang. MERDEKA!!??
ya memang begitu adanya ..
cover is the first ..
padahal gak semua yang berpenampilan baik pasti orang baik dan diexpektasikan tinggi .. paraah bener ..
Tampang nya emang memelas dari sono nya ta hehehe jadi beli am juga gak di percaya
hehe,, cewe sekrangkan pada ngeliat penampilan dulu..:P
Sepakat bro, sudah budaya tuh. sulit dihilangin kayaknya. tp be yourself bro, buktikan yah bahwa ngga selamanya cover yg usang itu tidak berkualitas isinya.
hahaha.. Saya malah ga konsen ngasih komen gara2 baca “upil”
Inspiratif dan berani!
emang lebih gampang menilai dari luarnya saja,karena bisa langsung terlihat
penampilan menarik dibutuhkan untuk meyakinkan orang. dan sangat diperlukan oleh seorang marketing.
kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang